Dilirik Investor Baru, Sutarmidji Siap Batalkan MoU dengan Investor ...
Dilirik Investor Baru, Sutarmidji Siap Batalkan MoU dengan Investor Lama Saya menyambut baik kehadiran PT Param Dwijaya untuk investasi pengelolan sampah me…
Dilirik Investor Baru, Sutarmidji Siap Batalkan MoU dengan Investor Lama
Saya menyambut baik kehadiran PT Param Dwijaya untuk investasi pengelolan sampah menjadi listrik...
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Tertariknya investor baru untuk menangani permasalahan sampah yang ada di Kota Pontianak dengan mengubah sampah menjadi tenaga listrik disambut baik oleh Wali Kota Pontianak, Sutarmidji.
"Saya menyambut baik kehadiran PT Param Dwijaya untuk investasi pengelolan sampah menjadi listrik. nah ini sampah atau TPA ke depan pasti jadi masalah perkotaan dan kami berupaya untuk menyelesaikan itu lebih awal, satu diantara dengan menggaet investor yang bisa mengubah sampah menjadi listrik" ucapnya setelah pertemuannya dengan Direktur PT Param Dwi Jaya di Ruang Pontive Center, Rabu (13/12/2017).
Wali Kota Dua Periode ini siap membatalkan MoU dengan investor sebelumnya karena tidak ada kejelasan terkait perkembangan pelaksanaan investasinya padahal segala MoU telah dibuat.
(Baca: Investor Kembali Lirik Investasi Pengolahan Sampah Menjadi Listrik di Kota Pontianak )
Midji yakin dan optimis dengan investor yang baru ini setelah ia memaparkan program-programnya, karena Pontianak adalah kota yang kesekian kalinya di jajaki PT Param Dwi Jaya.
"Saya optimis ini bisa, kalau melihat pemaparannya tadi. Saya rasa tidak ada maslah tinggal kita mendukungnya bagaimana," tambahnya .
Untuk lokasi, Midji sbeit lebih bagus di TPA yang ada saat ini. Lokasi TPA juga dekat dengan PLTD Siantan dan Gardu Induk jaringan PLN, sehingga tidak ada masalah dan lebih efisien.
Ia menyerankan jika kabupaten tetangga ingin sampahnya selesai dan tidak ingin ambil pusing mengurus TPA maka bisa bergabung dengan TPA Pontianak dan menjadi TPA regional.
"Buang di sana semua, yang penting harus dinilai, salahnya selama ini kita berfikir berapa yang kita dapat. Seharusnya berfikir ini selesai dengan dampak menyelesikan dampak dari sampah ini. Dampak lingkungannya dan ke depan semakin banyak numpuk lahannya terbatas," ujarnya.
Kedepan menurutnya jika memang berlanjut maka akan dibuatk MoU antara Pemkot Pontianak dengan investor. Terpenting menurut Midji masalah sampah dapat teratasi dengan baik.
Pengelolaan sampah memang diakuinya cukup mahal, apalagi struktur tanah di Pontianak gambut sedalam tujuh meter. Sehingga penanganannya harus benar- benar betul sehingga air lindinya tidak mengotori sumber air utama di kawasan itu.
"Dengan ada pengelolaan power plan dari sampah ini, saya rasa itu bisa menjawab masalah yang dihadapi. Kemudain kapasitas sampahnya kita di Pontianak baru maksimal 400 ton per hari. Kubu Raya sebenarnya bisa buang di sana, termasuk Mempawah, Jungkat dan Wajok bagus buang di TPA Batu layang dibandingkan buang di tempat lain," ujarnya.
Midji memberikan catatanTPA Kota Pontianak bisa saja menjadi TPA regional asal semua sampahnya bisa digunakan untuk power plan tersebut.
"Realisasi perlu FS, perlu DED, walaupuan kami tentang struktur data sampah sudah ada dan masalah tanahnya sudah ada penelitian tentang tanahnya. Selama ini sudah ada MoU dengan yang lain juga itu bagaimana, kalau ini kan beliau perusahaan sendiri jadi mungkin lebih mudah," pungkasnya.

Tidak ada komentar