WARTA 24 KALIMANTAN BARAT

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

thumbnail

Posted by On 03.16

Mempawah Cabut Status Siaga Darurat Karhutla dan Tutup Posko ...

Gusti Ramlana
Gusti Ramlana

NETIZEN.media-Kabupaten Mempawah sudah tanpa titik api alias zero hotspot. Status siaga darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) pun dicabut. Diikuti penutupan posko bencana.

“Alhamdulillah sekarang Kabupaten Mempawah sudah zero hotspot. Namun kita tetap harus waspada. Karena Karhutla itu bisa terjadi kapan dan di mana saja,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Mempawah, Gusti Ramlana, kemarin.

Ramlana tetap mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi Karhutla dan menjaga lingkungan agar tidak muncul hotspot lagi. Lantaran kalau sudah terjadi kebakaran, sangat sulit memadamkannya.

Selama ini, ungkap Ramlana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mempawah bersama TNI dan Polri serta seluruh masyara kat telah bekerja menghapus seluruh hotspot.

Berita Terkait

10 Hari Tercatat 376 Hotspot

UU Bolehkan Bakar Lahan Maksimal 2 Hektare…

Karhutla, Polresta Pontianak Ringkus 2…

Meski tidak mudah, tambah dia, para petugas bersama seluruh aparatur terkait yang dibantu masyarakat, membuktikan diri mampu mengatasi Karhutla di Kabupaten Mempawah.

“Ketika itu kita menetapkan status siaga darurat Karhutla. Hal itu sangat penting untuk mengantisipasi dampak Karhutla yang semakin meluas, yang menyebabkan ISPA (Inspeksi Saluran Pernafasan Akut) dan gangguan kesehatan lainnya. Tetapi sekarang, status itu sudah dicabut dan posko bencana pun telah ditutup,” papar Ramlana.

Meski K arhutla telah teratasi, Pemkab Mempawah, kata Ramlana, tetap mengingatkan seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan untuk mencegah terulangnya bencana tersebut.

Caranya, tambah dia, dengan meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. “Saya minta seluruh Camat, Kepala Desa, dan Lurah agar lebih aktif mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan pembakaran baik di lahan sendiri maupun lahan perkebunan,” kata Ramlana.

Masyarakat juga diminta lebih aktif dan bertindak cepat ketika mengetahui adanya Karhutla di lingkungannya. “Segera melapor ke petugas terdekat, supaya bisa ditangani dengan cepat dan maksimal,” ucap Ramlana.

Pemkab Mempawah juga semakin gencar memasang spanduk atau baliho yang berisikan peringatan beserta sanksi bagi pelakunya. “Karena sanksi hukumnya sangat berat, yakni denda dan pidana penjara mulai dari 12 hingga 15 tahun,” tutup Ramlana. (N3)

Sumber: Google News | Warta 24 Mempawah

thumbnail

Posted by On 03.16

Meriahnya Penyerahan Hadiah U12 Soccer Championship ...

Meriahnya Penyerahan Hadiah U12 Soccer Championship Sekadau 2018

Menyaksikan penyerahan Hadia Turnamen U12 Soccer Championship Sekadau 2018 di Lapangan Ej Lantu Kecamatan Sekadau Hilir, Rabu (28/2).


Laporan Wartawan Sekadau News, Erry.
OLAHRAGA, SEKADAU NEWS - Final Sepak Bola U-12 dalam rangka Memperingati hari gizi Nasional Indonesia, yang diselenggarakan oleh Sekadau Empuk Cerita (SEC) bersama dengan Kelompok Kerja Guru Olahraga (KKGO) Kabupaten Sekadau di Lapangan Ej Lantu Sekadau Hilir, Rabu (28/2) sore. Final yang penuh kemeriahan ini hadir para orang tua pemain, pelatih dan beberapa penonton memenuhi sekitar lapangan sepak bola mini itu.
Tim SBR Junior Rawak FC asal K ecamatan Sekadau Hulu menjuarai Turnamen U12 Soccer Championship Sekadau 2018 usai bertanding final melawan tim Laguna Junior Fc dengan skor akhir 1:0.
Tim yang menjuarai Turnamen U12 Soccer Championship Sekadau 2018 yakni Juara I SBR Junior Rawak Fc, Juara III Laguna Junior Fc, Juara III KKG 09 Gonis Tekam, dan Juara IV Merapi Junior Fc
Editor: Rentha Sekadau News OlahragaVideoSumber: Google News | Warta 24 Sekadau

thumbnail

Posted by On 03.16

Di Amerika Anak Perwira Polisi Tega Menembak Mati Kedua Orang ...

Di Amerika Anak Perwira Polisi Tega Menembak Mati Kedua Orang Tuannya

Foto: Universitas Michigan (REUTERS/Detiknews)


AMERIKA, SEKADAU NEWS - Seorang Pemuda anak pewira polisi berumur 19 tahun tega menenmbak Kedua orang tuanya yang sedang menjemputnya pulang untuk berlibur di musmim semi. Dilansir dari Detik.com (3/3) bahwa pemuda tersebut menembak senjata secara brutal di kampus universitas Central Michigan University di Michigan, Amerika Serikat.
Sementara Pemuda tersebut saat ini belum tertangkap sedangkan aparat kepolisian masih melakukan pengejaran besar-besaran untuk memburu pemuda berumur 19 tahun itu.
Pemuda atasnama James Eric Davis menembak mati ayah dan ibunya di kampus Central Michigan University pada Jumat (2/3) pagi waktu setempat. Pemuda tersebut melakukan penembakan di dalam gedung asrama di universitas tersebut, saat kedua orang tuanya datang untuk menjemputnya pulang karena liburan musim semi akan dimulai.
Sementara Juru bicara kepolisian menyatakan insiden tersebut dipicu oleh masalah keluarga. Ayah Davis, James Eric Davis Sr. merupakan perwira polisi di pinggiran Bellwood dan veteran Garda Nasional Illinois.
Lingkungan kampus di kota Mount Pleasant, Michigan tengah itu ditutup selama berjam-jam usai insiden penembakan pada pukul 08.30 waktu setempat. Pada pukul 15.00 waktu setempat, pihak universitas baru mengumumkan bahwa para mahasiswa dikawal polisi untuk meninggalkan gedung kampus.
"Para polisi berseragam membantu orang-orang untuk meninggalkan gedung kampus. Para polisi akan mendatangi gedung ke gedung," demikian statemen pihak univ ersitas seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (3/3/2018).
Aparat penegak hukum federal, negara bagian dan kota setempat dikerahkan untuk memburu Davis dengan menggunakan beberapa helikopter dan anjing-anjing pelacak.
Aparat polisi bersenjata lengkap juga dikerahkan ke seluruh kota, sementara warga diperintahkan untuk tetap berada di dalam ruangan dan mengunci semua pintu.
Davis merupakan warga negara bagian Illinois namun kuliah di Michigan. Malam sebelum penembakan, polisi membawa dia ke rumah sakit karena insiden terkait narkoba -- overdosis ataupun reaksi buruk atas narkoba.
Berita ini telah ditayangkan Detik.com dengan Judul Pelaku Penembakan Brutal di Universitas Michigan Masih Terus Diburu.(ita/ita)
Editor: Yakop Sekadau News AmerikaDuniaSumber: Google News | Warta 24 Sekadau

no image

Posted by On 03.15

Permintaan Rumah Subsidi di Bengkayang 1.239 Unit

Warta Ekonomi.co.id, Pontianak -

Bupati Bengkayang, Kalimantan Barat Suryadman Gidot mengatakan hingga saat ini permintaan rumah subsidi di daerahnya ada sekitar 1.239 unit.

"Permintaan itu, baik datang dari kalangan Aparatur Sipil Negara, honorer maupun masyarakat umum. Permintaan yang ada tentu mayoritas di daerah ibu kota kabupaten," ujarnya saat dihubungi di Bengkayang, Sabtu (10/2/2018).

Dengan permintaan yang ada, pihaknya mendorong semua pemangku kepentingan terutama pengembang untuk bisa untuk menyediakan rumah subsidi yang layak huni sebagaimana ketentuan yang ada.

"Program yang dicanangkan pemerintah berupa sejuta rumah sangat tepat untuk memenuhi kebutuhan papan masyarakat Bengkayang. Pengembang harus hadir dalam hal itu," jelas dia.

Dengan tingginya permintaan dan dorongan kepada pengembang untuk membangun ia mengintruksikan kepada dinas terkait untuk mensukseskan program sejuta rumah tersebut sebab hal itu adalah tanggung jawab negara.

"Begitu juga kepada satuan kerja lain agar memberikan pemahaman dan bantuan hukum agar dapat bekerja sama dengan baik terutama di bidang perizinan agar proses izin cepat," jelasnya.

Tidak lupa ia berpesan kepada instansi terkait dan pengembang untuk terus mensosialisasikan program sejuta rumah terkait syarat dan prosedur untuk memiliki rumah subsidi. (FNH/Ant)

Sumber: Google News | Warta 24 Bengkayang

no image

Posted by On 03.15

Permintaan Rumah Subsidi di Bengkayang 1.239 Unit

Warta Ekonomi.co.id, Pontianak -

Bupati Bengkayang, Kalimantan Barat Suryadman Gidot mengatakan hingga saat ini permintaan rumah subsidi di daerahnya ada sekitar 1.239 unit.

"Permintaan itu, baik datang dari kalangan Aparatur Sipil Negara, honorer maupun masyarakat umum. Permintaan yang ada tentu mayoritas di daerah ibu kota kabupaten," ujarnya saat dihubungi di Bengkayang, Sabtu (10/2/2018).

Dengan permintaan yang ada, pihaknya mendorong semua pemangku kepentingan terutama pengembang untuk bisa untuk menyediakan rumah subsidi yang layak huni sebagaimana ketentuan yang ada.

"Program yang dicanangkan pemerintah berupa sejuta rumah sangat tepat untuk memenuhi kebutuhan papan masyarakat Bengkayang. Pengembang harus hadir dalam hal itu," jelas dia.

Dengan tingginya permintaan dan dorongan kepada pengembang untuk membangun ia mengintruksikan kepada dinas terkait untuk mensukseskan program sejuta rumah tersebut sebab hal itu adalah tanggung jawab negara.

"Begitu juga kepada satuan kerja lain agar memberikan pemahaman dan bantuan hukum agar dapat bekerja sama dengan baik terutama di bidang perizinan agar proses izin cepat," jelasnya.

Tidak lupa ia berpesan kepada instansi terkait dan pengembang untuk terus mensosialisasikan program sejuta rumah terkait syarat dan prosedur untuk memiliki rumah subsidi. (FNH/Ant)

Sumber: Google News | Warta 24 Bengkayang

thumbnail

Posted by On 21.23

Menpora Cicipi Kopi, Bakmi 68, hingga Kunjungi SCC di Singkawang

Menpora Cicipi Kopi, Bakmi 68, hingga Kunjungi SCC di Singkawang

Regional / Sabtu, 03 Maret 2018, 11:47 WIB

Usai membuka acara Cap Go Meh Singkawang 2018, Menpora Imam Nahrawi bersama istrinya Shobibah Rohmah tak melewatkan untuk mencicipi kopi Singkawang dan makan Bakmi 68, Jumat (2/3/2018). | Foto: istimewa

SINGKAWANG - Berada di kota Singkawang kurang lengkap kalau tidak mencoba wisata kulinernya. Usai membuka acara Cap Go Meh Singkawang 2018, Menpora Imam Nahrawi bersama istrinya Shobibah Rohmah tak melewatkan untuk mencicipi kopi Singkawang dan makan Bakmi 68, Jumat (2/3/2018).

Kuliner pertama yang di kunjungi Menpora bersama rombongan adalah Kopi Nikmat. Warung kopi yang terletak di Jalan Sejahtera tersebut memang terlihat ramai, mulai anak muda hingga orang tua terlihat asyik ngobrol sambil menikmati secangkir kopi. Sejenak para pengunjung warung kopi sedikit terkejut ketika Menpora tiba.

"Selamat siang, silahkan dilanjut dan dinikmati kopinya," sapa Menpora.

Kehadiran Menpora pun langsung disambut hangat oleh Ibu Along, pemilik warung kopi Nikmat. Dua menu kopi hitam dan kopi susu pun langsung disuguhkan meja.

"Wah mantap ini, pas nikmat dan terasa sekali kopinya," kata Menpora. Penasaran dengan nikmatnya kopi tersebut Menpora ingin melihat langsung proses pembuatanya.

Ibu Alongpum lantas mengajarkan Menpora untuk menyeduh kopi yang biasa dihidangkan untuk seluruh masyarakat Singkawang. Menpora pun seperti seorang Barista terlihat membuat kopi.

"Ini pertama kalinya mencoba membuat kopi dengan versi berbeda, kala u biasa kopi dicampur gula langsung, di sini diseduh dulu kopi dengan air panas baru ditambah gula. Kalau di daerah saya di Madura, kopinya dicampur bubuk jagung, di sini asli jadi sangat nikmat sekali, apalagi diajarin membuatnya sama Ibu Along," tuturnya.

Di warung Kopi Nikmat ini, Menpora diserbu ratusan penggemar dari berbagai kawasan untuk bersalaman dan meminta foto bersama.

Minum kopi, dijelaskan Imam Nahrawi menjadi kebiasaan sehari-hari di rumah yang selalu disajikan istri tercinta, Sobibah Rohmah.

"Kalau saya yang buat di rumah namanya kopi cinta mbak," ucap istrinya.

Menurut Menpora, kecintaan masyarakat Indonesia akan menyeruput kopi menjadi sebuah kebiasaan agar menjadi generasi penuh semangat dengan memperluas jaringan.

"Kalau enggak minum kopi, artinya kurang piknik. Karena dengan kopi silaturahim terjaga dan banyak manfaat bisa berbagi," tuturnya sembari tertawa.

Usai mencoba kopi Singkawang, d estinasi kuliner yang sangat terkenal, yaitu bakmi 68 menjadi tujuan selanjutnya. Di bakmi 68, Menpora ditemui khusus mantan oleh Walikota Singkawang periode 2009-2014, Hasan Karman.

Dan langsung menikmati makanan didampingi seluruh rombongan Kemenpora sekaligus rekan-rekan jurnalis. "Di sini juga baru ngerasain dan saya yakin ini enak," ujarnya.

Kawasan terakhir yang dikunjungi Menpora adalah Singkawang Culture Center yang baru saja diresmikan oleh mantan Gubernur dua periode di Kalbar, Cornelis.

Digedung SCC, Menpora didampingi Walikota Singkawang, Tjhai Cui Mie berkeliling melihat bangunan yang berisikan sejarah Kota Singkawang lengkap dengan ruang pertemuan. (*)

Komentar

Berita Lainnya

Sabtu, 03 Maret 2018, 11:24 WIB

Di Acara Lelang Cap Go Meh, Menpora Minta Doakan Asian Games dan Asian Para Games 2018 Sukses


Sabtu, 03 Maret 2018, 11:21 WIB

Menag Serahkan Bantuan dan 1.091 KIP di Ponpes Ushuluddin Singkawang


Jumat, 02 Maret 2018, 19:13 WIB

Menag: Cap Go Meh Momentum Melakukan Refleksi


Jumat, 02 Maret 2018, 14:46 WIB

Hadiri Cap Go Meh Singkawang 2018, Menpora: Dari Singkawang Mari Kita Jaga Kebhinekaan dan NKRI


Berita Terbaru

Sabtu, 03 Maret 2018, 12:21 WIB

Keluarga Abu Bakar Ba'asyir Tunggu Keputusan Status Tahanan Rumah

Sabtu, 03 Maret 2018, 12:08 WIB

Gubernur Anies Apresiasi Pentingnya Peran dan Tugas Bidan

Sabtu, 03 Maret 2018, 12:06 WIB

Pembangunan Bendungan Sei Gong Rampung Akhir Tahun 2018

Sabtu, 03 Maret 2018, 11:58 WIB

Puluhan Orang Tewas dalam Serangan Bom di Burkina Faso

Sabtu, 03 Maret 2018, 11:51 WIB

Polisi ke Driver Ojol: Jangan Main Hakim Sendiri di Jalan atau Kami Tangkap!

Sabtu, 03 Maret 2018, 11:45 WIB

Kejati DKI Tunjuk 3 Jaksa untuk Tangani Berkas Roro Fitria

Sabtu, 03 Maret 2018, 11:41 WIB

Sandi Buka Gerakan Wirausaha Keluarga Harapan OK OCE di Setu Babakan

Sabtu, 03 Maret 2018, 11:34 WIB

Presiden Jokowi: Perempuan Tangguh dalam Hidupku adalah Iriana

Sabtu, 03 Maret 2018, 11:24 WIB

Di Acara Lelang Cap Go Meh, Menpora Minta Doakan Asian Games dan Asian Para Games 2018 Sukses

Sabtu, 03 Maret 2018, 11:21 WIB

Menag Serahkan Bantuan dan 1.091 KIP di Ponpes Ushuluddin Singkawang

Sumber: Google News | Warta 24 Singkawang

no image

Posted by On 20.43

Orangutan Masuk ke Asrama Mahasiswi STAI Al-Haudl Ketapang ...

Berita Video

Orangutan Masuk ke Asrama Mahasiswi STAI Al-Haudl Ketapang, Begini Cara Evakuasinya

Orangutan tersebut ternyata datang dari kawasan Yayasaan International Animal Rescue (YIARI) yang juga berada di Desa Sei Awan Kiri.

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Subandi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG â€" Beginilah situasi dan kondisi di Asrama Putri STAI Al-Haudl Ketapang di Jl Ketapangâ€"Siduk Desa Sei Awan Kiri Kecamatan Muara Pawan, Kamis (1/3) sore.

Terlihat kehebohan warga di tempat itu karena ada orangutan masuk ke asrama tersebut.

Orangutan tersebut ternyata datang dari kawasan Yayasaan International Animal Rescue (YIARI) yang juga berada di Desa Sei Awan Kiri.

(Baca: Ribuan Wisatawan Saksika n Pawai Tatung Cap Go Meh Singkawang )

Sebab itu petugas YIARI pun melakukan evakusi orangutan yang sempat merusak barang-barang penghuni asrama itu.

Penulis: Subandi Editor: Jamadin Sumber: Tribun Pontianak Ikuti kami di Warga Kutai Dimangsa saat Mencari Ikan, Potongan Tubuh Ditemukan di Perut Buaya Sumber: Google News | Warta 24 Ketapang

thumbnail

Posted by On 20.35

Jelang Atraksi Mendebarkan 1.038 Tatung Saat Cap Go Meh di ...

Liputan6.com, Singkawang - Kota Singkawang di Kalimantan Barat, bersolek menyambut Cap Go Meh atau hari kelima belas perayaan Tahun Baru Imlek. Sebanyak 1.038 tatung dipastikan ikut beratraksi dalam Festival Cap Go Meh Singkawang yang akan dihelat pada Jumat, 2 Maret mendatang.

"Jumlah peserta yang sudah terdaftar ini pasti dan harus keluar pada hari 'H' Cap Go Meh kelak," ucap Ketua Panitia Imlek dan Cap Go Meh Singkawang, Tjhai Leonardi, Minggu, 25 Februari 2018, dilansir Antara.

Ia pun menjelaskan rute-rute tatung yang akan dilalui. Rencananya, para tatung berkumpul di halaman Kantor Wali Kota Singkawang, pada Jumat, 2 Maret 2018, sekitar pukul 07.00 WIB.

Kemudian, para tatung berjalan menuju Jalan Firdaus, Jalan Pangeran Diponegoro, Jalan Kepol Mahmud, Jalan Sejahtera, Jalan Budi Utomo, Jalan Saman Diman, Jalan Setia Budi, Jalan Niaga, d an finis di Jalan Pai Bakir (Altar).

  • Cerita Topeng Losari Cirebon Berusia 400 Tahun
  • Berlagak Jadi Mafia di Kafe Bergaya Tiongkok Lawas
  • Pagi Meriah di Acara Festival Batik On The Sea di Sumenep

"Untuk panggung kehormatan, sesuai hasil rapat panitia bersama Pemkot Singkawang dan Forum LLAJ Singkawang telah disepakati akan dibangun di depan Gang Empat Lima, Jalan Pangeran Diponegoro," katanya.

Tjai juga memberikan apresiasi atas kerja keras dari panitia. Apalagi, kerja keras itu telah membuahkan hasil yang spektakuler, di mana pada perayaan Imlek dan Cap Go Meh tahun ini telah menyabet tiga rekor sekaligus dari Museum Rekor-Dunia Indonesia atau MURI.

"Tiga rekor MURI itu antara lain lampion dengan jumlah 20.607 unit, gerbang Cap Go Meh terbesar, dan 1.038 tatung yang merupakan jumlah tatung terbanyak di dunia," ia membeberkan.

Adapun Sekretaris Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Singkawang , Suryanto mengungkapkan hasil rapat yang digelar pada Jumat, 23 Februari lalu.

Menurutnya, para pejabat yang akan hadir untuk mengisi kursi VIP di panggung kehormatan nanti antara lain, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Menteri Pariwisata, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, serta Menteri Pemuda dan Olahraga.

Termasuk, Duta Besar dari Jerman, Duta Besar Jepang, Duta Besar Korea Selatan, dan Duta Besar Australia. "Ini baru data sementara," ujar Suyanto seputar persiapan perayaan Cap Go Meh di Singkawang.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Negeri Para Tatung

1 dari 4 halaman

Hikayat Tatung

120206acapgomeh-tatung.jpg
Perayaan Cap Go Meh yang dimeriahkan atraksi tatung di Singkawang, Kalimantan Barat. (Liputan 6 SCTV)

Konon, hikayat tatung atau < em>lauya ini hanya berkembang di Singkawang dan Pontianak. Budaya tatung adalah permainan tradisional menusuk diri dengan benda tajam, meminum darah ayam hidup, dan memotong bagian tubuh. Atraksi tatung mirip dengan debus di Banten, hanya saja di Singkawang dan Pontianak berlangsung secara massal.

Atraksi tatung itu awalnya dilakukan di Monterado, tempat pendulangan emas di Kabupaten Bengkayang. Saat itu, lima jenderal asal China tiba di Kalimantan dan salah satunya, Jendral Ng Kang Sen. Ia menemukan banyak warga yang terkena penyakit, lantas ia mengobatinya dengan cara mengusir roh jahat itu.

Tanpa tatung, maka tak ada perayaan Cap Go Meh. Pepatah ini berlaku bagi warga Kota Singkawang. Berkat kehadiran para tatung, Perayaan Cap Go Meh di Kota Singkawang menjadi dikenal, serta menjadi pusat perhatian wisatawan dan media.

Beberapa waktu lalu kepada Liputan 6 SCTV, salah seorang pemerhati budaya di kota itu menegaskan bahwa tatung merupakan simbo l perlawanan terhadap roh jahat atau energi negatif, juga simbol harapan untuk mendapatkan kesejahteraan dan kemakmuran.

Sosok tatung bukan orang sembarang. Sosok yang identik dengan kesaktian itu diyakini dilahirkan karena takdir. Mereka itu memiliki tulang naga (liung kut), sehingga ia bisa dimasuki arwah-arwah para ksatria dan kebal terhadap senjata tajam.

Ketika perayaan-perayaan usai, ketika aksi-aksi mistis berakhir, dan ketika gemuruh tepuk-tangan habis, para tatung kembali ke kehidupan nyata. Mereka pun kembali menjemput profesi mereka sehari-hari sebagai sopir, montir, atau petani, juga kemiskinan. Mereka umumnya dari kalangan berpendidikan rendah.

Menjadi tatung umumnya karena panggilan jiwa. Mereka bertutur, mereka bahagia bisa menjadi bagian dari kehidupan budaya di kota itu.

2 dari 4 halaman

Cap Go Meh Berdampak pada Perekonomian Warga

Seni A   krobatik Tatung Meriahkan Perayaan Cap Go Meh di Jakarta
Seni Akrobatik Tatung Meriahkan Perayaan Cap Go Meh di Jakarta

Boleh dibilang, perayaan Cap Go Meh akan berdampak signifikan terhadap perekonomian warga setempat. "Masyarakat dan pelaku usaha akan merasakan dampak langsung dari pergelaran event tahunan ini," kata pengamat ekonomi di Kota Singkawang, Nova Wijaya, Senin (26/2/2018), diwartakan Antara.

Dari segi ekonomi, Cap Go Meh berdampak ada kontribusi peningkatan pendapatan masyarakat khususnya yang bergerak di bidang jasa dan perdagangan.

Efek lanjutan berdasarkan perhitungan ekonomi, menurut Nova, adalah lima kali lipat dana yang dikeluarkan pemerintah akan masuk ke sektor-sektor jasa yang ada di Kota Singkawang.

Hal ini tentu akan berjalan sebanding lurus dengan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang bakal diperoleh oleh Pemerintah Kota Singkawang.

"Dampaknya dari banyakny a orang berkunjung, misal ke lokasi wisata ke pasar, kuliner dan suvenir. Keuntungan bagi pemerintah sendiri adalah PAD yang didapat," ujarnya.

Namun, yang perlu diingat oleh pelaku usaha dan Pemerintah Kota Singkawang sendiri adalah diperlukan tata kelola peraturan yang jelas. Hal ini mengingat ramainya wisatawan yang akan hadir nantinya.

Tata kelola yang dimaksud seperti memberikan rambu-rambu bagi pelaku usaha jasa. Misalnya di bidang perhotelan maupun penginapan agar tidak menaikkan biaya jasa yang diluar kewajaran, seperti biaya kamar standar yang kemudian dibebankan berkali-kali lipat kepada wisatawan.

"Karena hal tersebut akan jadi preseden buruk apabila selepas pengunjung datang saat pulangnya justru menggunjingkan biaya-biaya yang tinggi yang dikeluarkan," katanya.

Selain itu, Nova melihat tren di mana banyak pengunjung sekarang lebih memilih menginap di ibu kota provinsi dan hanya menghabiskan waktunya selama sehari saat acara puncak Cap Go Meh.

Alhasil, pedagang kaki lima (PKL) ataupun sektor jasa lainnya, tidak mendapatkan pendapatan yang semestinya seperti saat pengunjung menginap di Kota Singkawang. "Karena ada faktor biaya yang mereka pikirkan, semoga ke depannya bisa saja ada regulasi mengenai tarif minimal ataupun batas atas," ujarnya.

Ada korelasi di mana ajakan datang ke Singkawang melalui slogan Pemerintah Kota Singkawang sebagai kota jasa dan wisata yakni "Pasti ke Singkawang" dengan kebutuhan pengunjung itu sendiri.

"Pastinya pengunjung yang datang itu memiliki kocek yang relatif, dan semuanya butuh penginapan layak dengan harga yang layak pula," katanya.

3 dari 4 halaman

Pekan Kuliner Cap Go Meh Pontianak

Atraksi naga ramaikan Festival Cap Go Meh di Kota Pontianak.
Atraksi naga ramaikan Festival Cap Go Meh di Kota Pontia nak.

Tak hanya Singkawang, Kota Pontianak pun bersolek menyambut Cap Go Meh. Bahkan, Pekan Promosi dan Kuliner Pontianak, dalam rangkaian Festival Imlek dan Cap Go Meh tahun 2018, di Jalan Diponegoro, Minggu, 25 Februari 2018, resmi dimulai.

Pejabat Sementara (Pjs) Wali Kota Pontianak, Mahmudah dalam sambutannya pada pembukaan Pekan Promosi dan Kuliner 2018 mengatakan, promosi kuliner menjadi salah satu upaya memperkenalkan seni budaya ke masyarakat luas. Dengan kata lain, seni budaya harus dilestarikan oleh semua masyarakat.

Pekan Promosi dan Kuliner Pontianak, dalam rangkaian Festival Imlek dan Cap Go Meh dan Imlek tahun 2018, dimulai 25 Februari hingga 4 Maret mendatang. Ajang ini juga akan diisi berbagai kegiatan, kesenian budaya Tioghoa, salah satunya kompetisi barongsai.

Ia berharap, kuliner dan promosi tersebut bisa dimanfaatkan sebagai penggerak sektor perekonomian untuk kesejahteraan masyarakat. Selain itu, Pekan Promosi dan K uliner itu bisa jadi daya tarik wisatawan, baik nasional maupun mancanegara untuk berkunjung ke Kota Pontianak, dan Kalbar umumnya.

"Kami berharap ke depannya harus dikemas lebih menarik lagi dari tahun-tahun sebelumnya, seperti menampilkan makanan khas Imlek dan lainnya," katanya, dilansir Antara.

Mahmudah juga mengajak semua pihak agar selalu menjaga iklim di Kota Pontianak yang saat ini sudah tercipta aman dan tenteram itu. Apalagi, saat ini, tahapan Pilkada Serentak 2018 sedang dilangsungkan.

"Saya mengajak semua pihak agar tidak mudah terpengaruh oleh berita hoaks, dan lebih cerdas dalam menggunakan media sosial," ujarnya.

Adapun Ketua Panitia Pekan Promosi dan Kuliner Pontianak 2018, Heri Candra mengatakan, penyelenggaraan tahun ini agak beda dari tahun sebelumnya. Konsep promosi dimasukkan mendampingi kuliner. Tujuannya untuk lebih memeriahkan tahun baru Imlek dan menjaga adat budaya Tionghoa dengan menyesuaikan yan g ada di Indonesia.

"Ini untuk nostalgia dan kuliner, serta belajar menghargai budaya lain dengan makan apa yang mereka makan, budaya punya nilai universal masing-masing, dan jati diri masyarakat," tuturnya.

Pekan Promosi dan Kuliner Pontianak, dalam rangkaian Festival Imlek dan Cap Go Meh dan Imlek tahun 2018, yang diselenggarakan di Jalan Diponegoro itu, diisi 75 stan. Terdiri dari stan kuliner, elektronik, otomotif, ketangkasan nonjudi, dan hiburan. Ada pula panggung utama yang akan menampilkan berbagai macam hiburan dan kesenian daerah.

"Kami berharap kegiatan ini bisa dapat respons, dengan meningkatnya kunjungan wisatawan lokal dan mancanegara untuk berkunjung ke Kota Pontianak," ujarnya.

Sumber: Google News | Warta 24 Sin gkawang

thumbnail

Posted by On 19.03

Pulang Kampung, Testimoni Warga Kalimantan Barat Soal PLBN ...

Presiden Jokowi saat memberikan sambutan dalam peresmian PLBN Aruk, di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat (Kalbar), Jumat (17/3/2017) silam. (Foto: Humas/Anggun).

INFONAWACITA.COM â€" Seorang warga asal Kalimantan Barat menyampaikan testimoninya. Khususnya tentang wilayah perbatasan Indonesia dengan Malaysia. Tepatnya di Pos Perbatasan Lintas Negara (PLBN) Aruk. Testimoninya itu kemudian menjadi viral.

“Kemarin pulang kampung 5 hari. Jarak tempuh hanya 1,5 jam dari Sambas. Jalanan mulus dan lebar sampai perbatasan Aruk kepunyaan Indonesia. Sebelum menuju perbatasan Kuching, Sarawak, jalan kaki,” tulis pemilik akun Djunarto Kuntoro, seperti dikutip dari akun Mak Lambe Turah pada Minggu (07/01).

Bukan hanya itu saja, akun itu ju ga memaparkan peralihan yang ia saksikan dan rasakan langsung di sana.

“Dulu jarak tempuh sangat susah karena jalanan rusak masih seperti hutan. Ini juga Pak Jokowi yang resmikan Pos Lintas Batas Negara. Pokoknya keren habis. Dari perbatasan 2 negara menuju Kuching hanya 1,5 jam. Jalan menuju kota Kuching kalah mulus dengan punya kita,” tambah Djunarto.

“Jadi fix ya. Berita di media-media, benar yah. Dan tidak hanya PLBN nya saja yang direnovasi jadi ciamik. Ini bukti kalo jalan sekitar semuanya beres, lancar jaya, lancar maju,” jelas pemilik akun Mak Lambe Turah.

Testimoni warga terkait PLBN Aruk yang viral di media sosial. (Foto: Mak Lamber Turah).
Tanggapan Warganet

Segera saja postingan itu mendapat tanggapan. Terutama dari warganet. Bahkan masyarakat yang berada di Kalima ntan Barat, khususnya yang pernah mengunjungi PLBN Aruk, juga ikut memberikan kesaksian.

PLBN Aruk di Kalimantan Barat saat ini. (Foto: Facebook/Djunarto Kuntoro).

“Yang komen bilang hoaks, ayo ke Kalbar sini dan lihat pake biji mata lo,” canda pemilik akun bernama Shandra.

“Mak, waktu pembukaan jalannya aye ikut konvoi dengan jalanan yang masih susahlah mak. Mungkin bulu mata mak bakalan rontok tuh, mak, karena guncangannya itu. Babeh aye, Kapolda Kalbar. Saat itu aye masih kinyis-kinyisnya, masih SMA. Era Soeharto loh, mak. Bayangkan, mak, berapa lamanya kagak disentuh-sentuh. Baru era Pakde dilirik dan dibenahi lagi. Bukti kerja nyata ini, mak,” ungkap pemilik akun Arieska Subharini.

J alanan menuju dari dan ke PLBN Aruk masa kini. (Foto: Facebook/Mak Lambe Turah).

“Jalan menuju perbatasan bisa dilalui motor. Ayo piknik ke sana,” ajak pemilik akun Djunarto Kuntoro, menjawab pertanyaan apakah jalan itu bisa dilalui kendaraan roda dua atau tidak.

“Sekarang bisa ngopi di PLBN Aruk. Habis ngopi pulang lagi. Sebab saking mulusnya jalan ke sana. Dari Sambas sekitar 1.5 jam sudah sampai di PLBN Aruk,” papar pemilik akun Noppy Jawai.

Kondisi kekinian dari dari dan ke PLBN Aruk di Kalimantan Barat. (Foto: Facebook/Mak Lambe Turah).
Masyarakat Juga Membandingkan Kondisi PLBN Aruk di Masa Lalu dan Kini

“Bener kok ini. Malah sebelum ini, pos lintas batasnya lebih parah lagi. Cuma berbentuk pos kayu sepetak gitu. Kalo sekarang, Masya Allah, nggak malu lagi deh sama negara tetangg a. Kalau dulu jalan tanah kuning melekat di kaki, hahahaha. Kadang heran denan orang yang nyinyir sama Pakde. Tapi selfi di Aruk! Cobea dia ke Aruk pas jaman raye kuda, pasti selfinye semorengan,” jelas pemilik akun Eva Rizayanti.

“Benar nih. Saya udah ke sana beberapa kali. Jalanannya mulus. Dulunya jalan hancur, tidak enak dipandang. Luar biasa, sekarang baru terealisasi di jaman Bapak Jokowi. Salam 2 periode,” kata pemilik akun Kevin Liu.

Kondisi terkini dari PLBN Aruk. (Foto: Facebook/Mak Lambe Turah).

“1 jam dari rumah saya. Tiap tahun lewat sini. Dulu jalannya rusak, menuju ke sana 5 jam. Apa lagi kalau hujan, mesti tarik-tarikan pakai tambang mobilnya. Sekarang sudah bagus dan mulus. Semua berubah. Nggak ada lagi pungli. Semua aman, teratur. Salam 2 periode pak Joko Widodo. Kami selalu berdoa yang terbaik untuk anda!!!” papar pe milik akun Onez Evc.

“Mantap memang. Tahun 2014 terakhir ke sana. Dari sambas ke Aruk, 6 jam perjalanan. Itupun tim kami harus dijemput dengan motor karena mobil nggak bisa lewat,” tulis pemilik akun Pompi Junior.

PLBN Aruk di Kalimantan Barat. (Foto: Facebook/Mak Lambe Turah).

Postingan akun media sosial bernama ‘Mak Lambe Turah’ memang tengah menjadi pembicaraan. Menggunakan tagar #MLTJanuari2018 dan #HasilNyataJokowi, akun itu mempersilahkan masyarakat. Khususnya untuk melakukan kegiatan jurnalisme warga. Atau yang bisa disebut juga sebagai ‘citizen journalism’.

PLBN Aruk

Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo meresmikan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Aruk, yang berlokasi Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat (Kalbar), Jumat (17/03/2017) silam.

Dengan peresmian PLBN Terpadu Aruk ini, maka hingga Maret 2017 itu, sudah ada 3 PLBN di Provinsi Kalbar yang telah diresmikan oleh Presiden Jokowi. Tiga bulan sebelumnya, Presiden Jokowi sudah meresmikan PLBN Entikong. Sementara pada Kamis (16/03/2017), Presiden juga telah meresmikan PLBN Nanga Badau, di Kabupaten Kapuas Hulu.

“Tiga Pos Lintas Batas Negara kita bangun dengan sebuah desain yang megah, semuanya berada di Kalimantan Barat. Sampai hari ini, saya sudah 7 (tujuh) kali ke Kalimantan Barat, (provinsi) yang lain kadang-kadang baru 1 (satu), baru 2 (dua), di sini sudah 7 (tujuh),” kata Presiden Jokowi dalam sambutannya, seperti dikutip dari setkab.go.id.

Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara, Iriana Joko Widodo saat meresmikan PLBN Aruk pada Maret 2017 silam. (Foto: Facebook/Djunarto Kuntoro).

Presiden menekankan, agar Pos Lintas Batas Negara yang ada di Aruk ini betul-betul digunakan oleh masyarakat untuk pusat pertumbuhan ekonomi yang baru.

“Jangan hanya sebatas ini sebagai Kantor Imigrasi, Kantor Karantina, Kantor Bea Cukai, tidak seperti itu. Harusnya masyarakat bisa memanfaatkan Pos Lintas ini untuk menumbuhkan ekonomi yang ada di Kabupaten Sambas,” tutur Presiden Jokowi saat itu.

Pos Lintas Batas Negara Aruk. (Foto: Istimewa).
Sumber: Google News | Warta 24 Kapuas Hulu