www.AlvinAdam.com


Warta 24 Kalimantan Barat

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Potensi Pasar Dua Jenis Komoditi Beras Kapuas Hulu Terbuka Lebar

Posted by On 00.59

Potensi Pasar Dua Jenis Komoditi Beras Kapuas Hulu Terbuka Lebar

Potensi Pasar Dua Jenis Komoditi Beras Kapuas Hulu Terbuka Lebar

Jika pada awalnya dua komoditi ini bukan merupakan komoditi pokok kini komoditi ini menjadi jenis yang ditanami warga.

Potensi Pasar Dua Jenis Komoditi Beras Kapuas Hulu Terbuka LebarTRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ MASKARTINIKetua Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita Borneo, Rosmaniar

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Perempuan tani di Kalimantan Barat mulai mengembangkan komoditi beras hitam dan beras merah di Kapuas Hulu dan Sintang.

Ternyata pasar untuk dua komoditi tersebut masih terbuka luas.

Jika pada awalnya dua komoditi ini bukan merupakan komoditi pokok kini komoditi ini menjadi jenis yang ditanami warga.

Ketua Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita Borneo, Rosmaniar mengaku potensi pasar kedua jenis komoditi tersebut masih terbuka lebar.

Baca: Wujudkan Ketahanan Pangan dengan Pemberdayaan Perempuan Petani

Selama ini ia mengatakan petani perempuan yang menghasilkan beras merah dan beras hitam memang jarang didengar.

"Setelah diketahui, ternyata beras kita terkenal enak dan wangi serta alami. Pemasaran dulunya hanya kepada kalangan tertentu kepada orang-orang yang datang. Sejak program yang digulirkan ini kita bantu pasarkan, packaging, serta keunggulan dan manfaat beras. Sehingga laku, karena kita bawa setiap ada kegiatan baik di dalam maupun event luar. Jadi event tingkat kabupaten maupun nasional sangat diminati," ujarnya.

Baca: Dukungan Konsorsium Perempuan Petani di Dua Kabupaten, Signifikan Wujudkan Ketahanan Pangan

Saat ini diakui oleh Rosmaniar kapasitas produksi memang belum memenuhi permintaan.

Jika Sintang beberapa waktu lalu panen sekitar 3 ton, Kapuas Hulu yang masih proses pembibitan juga hasilnya belum maksimal karena proses uji coba per desa hanya 1 ha.

Meski kapasitasnya belum terlalu banyak tetapi hasilnya diakuinya sudah maksimal dibandingkan biasanya.

"Dari kelompok petani perempuan yang didampingi juga sudah difasilitasi dibentuk serikat perempuan ditingkat kabupaten. Artinya kita sudah link kepada pemerintah desa apalagi dengan adanya BUMDes beberapa siap menampung. Pemerintah desa semuanya mendukung dan ini program berkelanjutan," ujarnya.

Penulis: Maskartini Editor: Dhita Mutiasari Sumber: Tribun Pontianak Ikuti kami di Ngotot Pilih Jalur Sendiri, Sopir Taksi Online Turunkan Wanita dan Ketiga Anaknya di Pinggir Jalan Sumber: Google News | Warta 24 Kapuas Hulu

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »